Pertemuan Pertama : SPSBI Padang Minggu Tanggal 24 Maret 2019







Olah vokal adalah pengaturan suara agar suara yang dihasilkan dapat didengar jelas, indah, tepat dan berjiwa dengan penggunaan pernafasan yang benar sehingga komunikasi menjadi efektif.
Apa saja yang teknik olah vocal yang harus dipelajari?
1. Artikulasi : Pengucapan lafal dengan jelas, Letak lidah,bibir, gigi dan mulut harus terbuka lebar.. Cobalah dengan mengucapkan semua huruf baik huruf mati maupun huruf hidup.

2. Intonasi : Turun naiknya suara, jangan hanya lurus lurus saja karena audience akan boring jika intonasi yang kita (public speaker)sampaikan hanya lurus saja.

3. Volume suara : Besar kecilnya atau pelan kencangnya suara. Seorang public speaker dalam berbicara harus memperhatikan volume suara. Jangan terlalu kencang dan jangan terlalu pelan sehingga audience tidak mendengarnya.

4. Nafas (tanda baca atau berhenti - bicara)
Jangan bicara terus, perhatikan tanda baca. Seperti titik, koma, tanda tanya, tanda seri,dll. Pada saat titik kita boleh menarik nafas dan pada saat koma ambil nafasnya setengah saja.

5.Aksentuasi. Saat kita menyebutkan suatu brand dan id harus menggunakan aksen atau penegasan yang jelas. Aksentuasi kitapun harus sesuai dengan bahasa yang digunakan, jika kita orang Indonesia harusnya beraksen Indonesia bukan aksen dari salah satu suku asal daerah kita.

6. Diafragma adalah suara yang keluar dari rongga antara perut dan dada, suara ini membuat seorang public speaker jadi terdengar berbeda dari saat dia bicara biasa. Suara diafragma membuat seorang public speaker bisa bertahan lama pada saat dia berbicara, juga tidak akan kehabisan suara, seperti halnya jika kita bicara denga suara yang keluar dari rongga dada biasa,
Suara diafragma ini harus dilatih dengan rutin, agar terbiasa menggunakannya.

7. Teknik berbicara. Inipun harus kita perhatikan, bagaimana teknik teknik kita berbicara saat audience sedang ramai/crowded, atau moment moment lainnya yang harus memerlukan teknik berbicara.

8. Tempo, saat seorangpublic speaker berbicara harus memperhatikan tempo karena dengan tempo yang konstan dan normal, tentu saja audience akan terhipnotis mendengarnya. Berbeda jika seseorang bicara dengan tempo yang terlalu lambat dan terlalu cepat, audience tentu akan mengintervensinya
Lalu, apa latihan yang bisa dilakukan untuk membuat suara menjadi lebih baik?. Berikut tipsnya;
  1. Latihan Vibration/Getaran suara dengan nada stabil dengan membunyikan "EERRRRR...". Caranya tarik nafas dalam-dalam (3-7 detik), lalu tahan (1-3 detik),kemudian lepaskan secara perlahan  dengan membunyikan 'eerrrr..." (usahakan mencapai 15 detik). Pola latihan tarik-tahan-lepaskan adalah, 3-1-5, 5-2-10 atau 7-3-12. Silahkan latihan bertahap. 
  2.  Latihan Vibration/Getaran suara dengan nada bertingkat. Caranya hampir sama, hanya saja ketika melepaskan nafas dimulai dengan nada terendah (DO) sampai ke nada tertinggi (DU).
  3. Latihan Konsistensi Nada dengan mengucapkan LA-LI-LU-LE-LO dengan minimal tiga tingkatan nada.
  4. Latihan pengucapan huruf vokal/hidup yaitu A, I, U, E, O (singkat dan tegas). Lalu, dilanjutkan dengan AA, II, UU, EE, OO dan AAA, III, UUU, EEE, OOO dst.
  5. Latihan bergumam. Eeemmmmmmmmmm
  6. Latihan rahang. Buka rahang atas bawah (Up_Down) sebanyak 10 kali. Lalu, geser kiri kanan sebanyak 10 kali secara bergantian.


EmoticonEmoticon