Teknik Dasar Presentasi

Salam SPSBI...
Assalamu'alaikum, Warohmatulloh, Wabarokatuh.

Sahabat SPSBI dan Pembaca yang Budiman.

https://i.ytimg.com/vi/IoAwZU-Czwk/hqdefault.jpg
https://i.ytimg.com
Tulisan ini mengupas tentang teknik dasar presentasi. Sesuai dengan kurikulum, materi ini adalah materi untuk pertemuan kedua atau jam ke 4 dan 5 dari total 16 jam atau 8 kali pertemuan terjadwal. Presentasi adalah satu proses pemberian/pengucapan/perkenalan/penyajian/pertunjukkan sesuatu kepada orang-orang yang diundang. Sedangkan mempresentasikan artinya menyajikan, mengemukakan sesuatu dalam diskusi dan sebagainya (www.kbbi.web.id). Secara sederhana, presentasi dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan menyampaikan suatu ide, gagasan atau sejenisnya di depan orang banyak atau beberapa orang dengan kondisi dan tujuan tertentu (Sikumbang, 2017). Jika menyampaikan ide kepada satu atau dua orang saja, mungkin lebih tepat disebut percakapan saja. Dalam keseharian, sebutan untuk orang yang melakukan presentasi sering dikatakan dengan "presentator" atau 'presenter". Nah, disini timbul kerancuan dalam penggunaan istilah. Dalam KBBI (silahkan diperiksa), tidak ditemukan kata presentator/presenter untuk maksud pembicara di depan publik. Jika ditinjau dengan kacamata Bahasa Inggris, presentasi berasal dari kata "presentation", kata kerjanya "to present" maka serapan dalam Bahasa Indonesianya adalah "presenter'. Tapi, masalahnya tidak selesai disitu. Istilah presenter juga sering digunakan di dunia broadcasting. Contoh, presenter TV dan sebagainya. Lalu, apakah sebutan yang pas untuk orang yang menyampaikan presentasi?. Menurut pendapat penulis, istilah yang bisa digunakan adalah 'presenter" atau "pembicara". Atau bisa juga dengan sebutan 'speaker" saja. Kalau kita telusuri lebih lanjut, sebenarnya istilah "presentator" ada dalam Bahasa Belanda yang sama dengan kata "presenter" dalam Bahasa Inggris atau serapan Bahasa Indonesia. 

Lalu, bagaimana menjadi presenter/pembicara yang baik?
Berikut beberapa hal yang perlu dipahami oleh seorang presenter/pembicara;
  1. Efektif atau tidaknya suatu presentasi tidak diukur dari seberapa banyak materi yang disampaikan namun dilihat dari seberapa banyak materi yang bisa diserap oleh pendengar. Artinya, pembicara harus mampu memilih dan memilah apa yang akan disampaikan.
  2. Berbeda pendengar, berbeda pula cara mereka menerima pesan yang disampaikan. Jika kita menggunakan pendekatan modalitas atau gaya belajar, maka akan ada ada pendengar yang menerima pesan melalui indera penglihatan (visual), ada yang mengandalkan pendengaran (audio) dan ada yang kinestetik (belajar yang dicirikan dengan sambil melakukan gerakan-gerakan untuk merangsang terjadinya proses belajar pada diri seseorang seperti mengetuk-ngetuk meja, menggoyang-goyang kaki dan lain-lain. Presenter/pembicara yang baik harus mampu merancang presentasi dengan menembak secara tepat ketiga jenis modalitas belajar tadi.
  3. Tetapkan tujuan presentasi. Apakah 'to inform/menginformasikan", " to advocate/menganjurkan" , 'to persuade/membujuk", 'to motivate/memotivasi", "to entertain/menghibur" atau 'to inspire/menginspirasi". Berbeda tujuan berbeda strategi dan metode serta teknik yang dipakai.
  4. Latihan adalah modal untuk sukses. Orang bijak mengatakan "practice make perfect". Nikitana (2010) menyatakan bahwa presentasi 1 menit minimal harus dilatih selama 1 jam.
  5. Penguasaan materi dan kepercayaan diri adalah kunci sukses pembicara. Keduanya saling berhubungan. Penguasaan materi akan membuat pembicara percaya diri dan percaya diri akan membuat pembicara bisa mengembangkan materi. Sebaliknya, penguasaan materi yang lemah akan membuat tertekan dan rasa percaya diri yang kritis akan membuat anda grogi. Ingat !, rasa tertekan dan grogi akan menggerogoti kemampuan seseorang.
  6. Pembicara yang baik harus mampu memahami cara kerja otak dalam belajar;
  •  Otak memproses informasi secara keseluruhan dan secara bagian per bagian dalam waktu bersamaan (simultan). Contoh, dalam hal belajar berenang. Anak harus terlibat secara akademik motorik, dan emosi  secara simultan. Makanya, mempelajari sesuatu harus dirancang antara teori dengan praktik. Contoh dalam belajar public speaking, harus ada teorinya dan harus ada praktiknya. 
  • Otak hanya akan memproses informasi yang bermakna. Sesuatu yang menarik, baru atau menggugah akan membuat otak melakukan proses pemaknaan dan pemrosesan informasi. Sebaliknya, informasi yang basi, berulang, disampaikan dengan kalimat yang tidak menarik akan diabaikan. Pernah mengantuk saat mendengarkan presentasi seseorang?, bisa jadi, informasi yang disampaikan kurang bermakna.
  • Orang lebih mudah memahami sesuatu jika diawali dengan fakta, bisa berupa gambar, foto atau video. Maka gunakanlah media dalam presentasi. Satu gambar atau foto bisa mewakili seribu kata.
  • Kondisi emosi akan mempengaruhi pendengar anda. Maka, pembicara yang baik akan sangat jeli memantau kondisi emosi audiennya. Lakukan variasi dan kejutan dalam presentasi anda. Selain itu, kata dan kalimat yang menggugah juga perlu dioptimalkan. 
Kalau begitu, apa yang bisa dilakukan?
Berikut penulis berikan beberapa latihan sederhana dan praktis untuk menjadi pembicara/presenter hebat.
  1. Teknik BRITUS (Baca, Ringkas, Tulis , Sampaikan). Latihan ini telah dipraktikkan sejak tahun 2011 di SPSBI dan sudah banyak peserta yang merasakan manfaatnya. Latihan ini sangat berguna untuk melatih kemampuan mengingat dan mengembangkan informasi dengan kalimat sendiri. Latihan ini terinspirasi dari perkataan bijak filsuf China yang mengatakan "what i hear, i forget, what i see i remember, what i do, i understand". Dengan menggabungkan kegiatan membaca, meringkas, menulis dan menyampaikan akan terjadi kegiatan dan proses kerja otak yang simultan. Hasilnya, "I Understand".
  2. Rekam Suara dan Aksi. Rekam suara anda agar anda tahu seberapa bagus kualitas anda secara audio?sudah masuk kategori " the smiling voice" kah?. Rekam aksi anda, karena dengan hal itu anda jadi tahu seberapa "fotogenic/camera face" anda?. Fotogenic atai camera face artinya, foto atau video rekaman seseorang lebih cantik/gagah atau sama dengan aslinya. Untuk hasil terbaik, rajinlah bermain ekspresi di cermin, latih kontak mata, tatapan berisi dan ekspresi. Latih minimal lim ekspresi setiap hari. Tips berikutnya adalah satu atau dua hari sebelum tampil upayakan untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang berat yang berhadapan langsung dengan terik matahari. Hal itu akan membuat kulit kering dan tegang sehingga wajah akan terlihat kaku di kamera. Perbanyak minum air putih serta cuci wajah dengan air segar/dingin setelah bangun pagi.
Mau tau lebih lanjut?
Temukan semuanya di buku berikut ini;
1. Public Speaking untuk Semua (mengupas rahasia "how to be a great public speaker").

Hubungi : 0813 63 31 0550 (PONSEL DAN WA)
2. Komunikasi Pendidikan (Implementasi teori dan konsep komunikasi dalam pendidikan dan pembelajaran)


 Hasil gambar untuk BUKU PUBLIC SPEAKING UNTUK SEMUA NOFRION
Selamat berlatih, Ingat !!!, Kekuatan Kata Bisa Mengubah DUNIA !.


EmoticonEmoticon