Bapak Dr. Nofrion, S. Pd., M. Pd (Owner dan Instruktur Public Speaking Institute) Narasumber Workshop Public Speaking dan Protokol pemerintah Kabupaten Padang Pariaman


 
Pada kesempatan kali ini Bapak Nofrion, S. Pd., M. Pd di undang oleh pemerintah Kab. Padang Pariaman untuk menjadi narasumber Workshop Public Speaking dan Protokol bagi bidang humas dan protokol dinas/instansi  di Pemkab Padang Pariaman.

Acara berlangsung pada tanggal 2-4 April 2019 di Grand Rocky Bukittingi, bapak Nofrion menyampaikan materi didepan 40 orang peserta. Peserta sangat antusias mendengarkan materi Public Speaking dan Public Relation.

Bapak Nofrion menyampaikan, pegawai bidang humas adalah pembawa image Pemkab, oleh sebab itu, harus memiliki Daya Tarik dan Pengaruh Level Tinggi (DT-DPLT) yang terdiri dari :

1. Good in voice, Verbal and Visual
2. Smart in Communication and Presentation
3. Nice in Personality and Manurity 
(Nofrion, 2018)



Read More

Pertemuan Pertama : SPSBI Padang Minggu Tanggal 24 Maret 2019







Olah vokal adalah pengaturan suara agar suara yang dihasilkan dapat didengar jelas, indah, tepat dan berjiwa dengan penggunaan pernafasan yang benar sehingga komunikasi menjadi efektif.
Apa saja yang teknik olah vocal yang harus dipelajari?
1. Artikulasi : Pengucapan lafal dengan jelas, Letak lidah,bibir, gigi dan mulut harus terbuka lebar.. Cobalah dengan mengucapkan semua huruf baik huruf mati maupun huruf hidup.

2. Intonasi : Turun naiknya suara, jangan hanya lurus lurus saja karena audience akan boring jika intonasi yang kita (public speaker)sampaikan hanya lurus saja.

3. Volume suara : Besar kecilnya atau pelan kencangnya suara. Seorang public speaker dalam berbicara harus memperhatikan volume suara. Jangan terlalu kencang dan jangan terlalu pelan sehingga audience tidak mendengarnya.

4. Nafas (tanda baca atau berhenti - bicara)
Jangan bicara terus, perhatikan tanda baca. Seperti titik, koma, tanda tanya, tanda seri,dll. Pada saat titik kita boleh menarik nafas dan pada saat koma ambil nafasnya setengah saja.

5.Aksentuasi. Saat kita menyebutkan suatu brand dan id harus menggunakan aksen atau penegasan yang jelas. Aksentuasi kitapun harus sesuai dengan bahasa yang digunakan, jika kita orang Indonesia harusnya beraksen Indonesia bukan aksen dari salah satu suku asal daerah kita.

6. Diafragma adalah suara yang keluar dari rongga antara perut dan dada, suara ini membuat seorang public speaker jadi terdengar berbeda dari saat dia bicara biasa. Suara diafragma membuat seorang public speaker bisa bertahan lama pada saat dia berbicara, juga tidak akan kehabisan suara, seperti halnya jika kita bicara denga suara yang keluar dari rongga dada biasa,
Suara diafragma ini harus dilatih dengan rutin, agar terbiasa menggunakannya.

7. Teknik berbicara. Inipun harus kita perhatikan, bagaimana teknik teknik kita berbicara saat audience sedang ramai/crowded, atau moment moment lainnya yang harus memerlukan teknik berbicara.

8. Tempo, saat seorangpublic speaker berbicara harus memperhatikan tempo karena dengan tempo yang konstan dan normal, tentu saja audience akan terhipnotis mendengarnya. Berbeda jika seseorang bicara dengan tempo yang terlalu lambat dan terlalu cepat, audience tentu akan mengintervensinya
Lalu, apa latihan yang bisa dilakukan untuk membuat suara menjadi lebih baik?. Berikut tipsnya;
  1. Latihan Vibration/Getaran suara dengan nada stabil dengan membunyikan "EERRRRR...". Caranya tarik nafas dalam-dalam (3-7 detik), lalu tahan (1-3 detik),kemudian lepaskan secara perlahan  dengan membunyikan 'eerrrr..." (usahakan mencapai 15 detik). Pola latihan tarik-tahan-lepaskan adalah, 3-1-5, 5-2-10 atau 7-3-12. Silahkan latihan bertahap. 
  2.  Latihan Vibration/Getaran suara dengan nada bertingkat. Caranya hampir sama, hanya saja ketika melepaskan nafas dimulai dengan nada terendah (DO) sampai ke nada tertinggi (DU).
  3. Latihan Konsistensi Nada dengan mengucapkan LA-LI-LU-LE-LO dengan minimal tiga tingkatan nada.
  4. Latihan pengucapan huruf vokal/hidup yaitu A, I, U, E, O (singkat dan tegas). Lalu, dilanjutkan dengan AA, II, UU, EE, OO dan AAA, III, UUU, EEE, OOO dst.
  5. Latihan bergumam. Eeemmmmmmmmmm
  6. Latihan rahang. Buka rahang atas bawah (Up_Down) sebanyak 10 kali. Lalu, geser kiri kanan sebanyak 10 kali secara bergantian.
Read More

Kelas baru Sekolah Public Speaking dan Broadcasting Indonesia




Sekolah Public Speaking dan Broadcasting Indonesia (SPSBI) RRI Padang kembali membuka kelas baru angkatan pertama tahun 2018. SPSBI adalah sekolah yang didirikan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan serta pengembangan sikap dan kepribadian untuk menjadi seorang Pembicara handal, komunikator yang mampu berkomunikasi secara efektif, efisien, ekspresif dan respektif. Tidak hanya itu, SPSBI, juga fokus pada pengembangan bakat peserta untuk menjadi MC/PEWARA, Presenter, Reporter dan Penyiar. Sampai saat ini, SPSBI telah membuka tiga belas angkatan dengan alumni mitra belajar lebih dari 400 orang. Pembelajaran SPSBI dilaksanakan di Lokasi di ruang VIP O' Chicken lt 2, depan makam pahlawan, Lolong, Padang.

Bertindak sebagai Instruktur dalam SPSBI adalah; 1) H. Heranof, S. Sos (Broadcaster Senior RRI dan Ketua PWI Sumatera Barat), 2) Dion Sikumbang (MC/PEWARA/Penyiar, Penulis dan Instruktur Public Speakig, Dosen UNP), 3) Heroza Firdaus, S. Sos (MC/PEWARA Nasional) serta Coaching Clinic dipandu oleh Penyiar-penyiar Pro1 dan Pro2 RRI Padang. Kurikulum SPSBI terdiri dari; 1) Teknik Voice, Verbal, Visual, 2) Teknik Sambutan dan Laporan, 3) Teknik Presentasi dan Moderator, 4) Teknik Verbal dan Non Verbal, 5) Teknik MC/PEWARA serta 6) Teknik dasar Broadcasting/Penyiar.

Fasilitas yang didapatkan peserta adalah; 1) Sertifikat, 2) Buku Public Speaking, 3) PIN/Tas*.

Bagi yang berminat silahkan hubungi via telepon dan via WA : 0823 85909197/0823 83535009. www.spsbipadang.com.
Read More

Latihan Kepemimpinan Dasar (LDK) Siswa/i SMK SMTI Padang



Dalam kehidupan berorganisasi kita harus mempunyai kemampuan public speaking, supaya khalayak banyak terpengaruh dan kita berpengaruh didalam suatu organisasi. Banyak kalangan remaja menganggap berbicara didepan umum itu susah, merasa gugup, tidak biasa, dan ngeblank saat berbicara didepan umum. Oleh karena itu, dibutuhkanlah mempelajari public speaking untuk memecahkan masalah tersebut.

Nah, komunikasi itu bisa dikatakan berhasil apabila informasi yang disampaikan dapat di cerna dengan baik oleh pendengar, dan pendengar terpengaruh dengan ucapan yang disampaikan.

Kesimpulan :
1. Public Speaking itu penting
2. Mengucapkan salam dengan baik dan meyakinkan
3. Langsung ke point pembicaraan
4. Meyakinkan dalam menyampaikan informasi
Read More

NOFRION : Public Speaking, Bukan Sekedar Lancar Berbicara!.

Public speaking sebagai bagian dari komunikasi kini menjadi topik pembicaraan yang viral.  Jika selama ini, masih banyak orang yang memandang keterampilan berbicara sebagai sesuatu yang "given" dalam kehidupan maka sekarang sudah mulai tampak perhatian yang besar di kalangan masyarakat untuk mulai serius mendalami public speaking. Berdasarkan pengalaman penulis menjadi Pembicara/Narasumber dalam berbagai Seminar/Workshop Public Speaking selalu pesertanya membludak. Buku sederhanan yang penulis tulis selalu laku keras serta bukti lainnya adalah terus meningkatkan kelas public speaking yang penulis kelola baik di bawah Sekolah Public Speaking dan Broadcasting Indonesia (SPSBI) maupun yang dikelola oleh Tim PMW - UNP dengan nama Public Speaking Institute. Pesertanya sangat heterogen, mulai dari Murid SD sampai mahasiswa Magister. Ada Pedagang pengusaha, pengurus partai/Ormas/LSM. Ada yang berprofesi sebagai PNS, Guru, Dosen, Bidan, Dokter/Tenaga Kesehatan lainnya, TNI/POLRI dan masyarakat umum. Sungguh kondisi dan perkembangan yang menggembirakan.

Berkaitan dengan judul, Public Speaking merupakan suatu proses penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan yang berlangsung efektif, ekspresif dan respektif maka pada tulisan kali ini penulis ingin berbagi tentang makna public speaking sebenarnya. Jamak kita temukan dalam keseharian, ada orang yang bicaranya cepat (biasa dianggap orang pintar), ada orang yang bicaranya lambat dan terbata-bata (biasanya dianggap kurang pintar) serta ada pula orang berbicara tapi dengan sisipan liar yang banyak. Manakah yang lebih baik ketika kita tidak punya pilihan sempurna?. Berbicara lambat atau cepat belum bisa dijadikan patokan bahwa seseorang itu bisa dikatakan "cerdas". Ingat, public speaking bukan sekedar lancar berbicara tapi jauh lebih dari itu.
Read More